Tampilkan postingan dengan label Jurnal Ilmiah Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal Ilmiah Online. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2020

100 Pola Laporan Pkm “Pemantapan Kemampuan Mengajar” Dan Pkp “Pemantapan Kemampuan Profesional” Jurusan Prodi S1 Tk-Paud

 Tidak terasa kuliah kita telah memasuki semester 100 CONTOH LAPORAN PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL”  JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD
Bunda dan Rekan-rekan Mahasiswa sekalian, Tidak terasa kuliah kita telah memasuki semester  5 - 7 dan sedikit lagi usaha kuliah biar kelar, sampai langkah simpulan mendapat gelar sarjana dengan restu orang bau tanah dan ijin Allah Tuhan Yang Maha Esa Akan kita dapatkan.  Biasanya di akhir-akhir semester ini banyak kiprah gres yang harus diselesaikan, salah satunya yaitu kiprah menciptakan laporan Praktik Lapangan, baik itu laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" maupun PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional". Bingung ? untuk memilih tema atau judul yang akan dilaksanakan dalam praktik nanti? Berikut ini admint berikan beberapa contoh laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" maupun PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional" tersebut, sbb ;
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ASTURO PADA ANAK KELOMPOK A Taman Kanak-kanak .... KECAMATAN....KOTA.....
  • PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DI Taman Kanak-kanak ....KECAMATAN...KOTA .....
  • PERAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANG AUDITIF DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak LABORATORIUM PG- PAUD FIP UNESA SURABAYA
  • PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE PEMBERIAN TGUGAS MELIPAT KERTAS
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM KEGIATAN MERONCE DENGAN MANIK – MANIK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak KHADIJAH 2 SURABAYA
  • PENGEMBANGAN PENGALAMAN BELAJAR RANAH KOGNITIF, PSIKOMOTORIK, DAN AFEKTIF PENGALAMAN BELAJAR ADALAH KEGIATAN FISIK MAUPUN MENTAL YANG PERLU DILAKUKAN…
  • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KETRAMPILAN ORIGAMI DI Taman Kanak-kanak MUSLIMAT KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE BATIK PADA ANAK USIA DINI
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PELEPAH PISANG PADA ANAK KELOMPOK A
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ASTURO PADA ANAK KELOMPOK A Taman Kanak-kanak DEWI SARTIKA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA PLAYDOUGH ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak DEWI KUNTI SURABAYA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE BIJI-BIJIAN DI KELOMPOK BERMAIN
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE BIJI-BIJIAN DI KELOMPOK BERMAIN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA PLAYDOUGH ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak DEWI KUNTI SURABAYA
  • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KETRAMPILAN ORIGAMI DI Taman Kanak-kanak MUSLIMAT KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK
  • MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR DI TK...
  • LAPORAN PKP UT MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR
  • PENERAPAN PEMBELAJARAN MEWARNAI GAMBAR DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI Taman Kanak-kanak HIDAYATUS SHIBYAN
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR DENGAN MEDIA CAT AIR DI KELOMPOK BERMAIN CERIA
  • PENGARUH KEGIATAN KOLASE DENGAN MEDIA DAUN KERING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B Taman Kanak-kanak BAP KARANG DALAM SAMPANG
  • PENGARUH KEGIATAN KOLASE DENGAN MEDIA DAUN KERING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B Taman Kanak-kanak BAP KARANG DALAM SAMPANG
  • PENGARUH MEDIA BUBUR KORAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUIKEGIATAN MOZAIK PADA ANAK USIA DINI
  • UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMASAK (COOKING CLASS) PADA ANAK Taman Kanak-kanak PLUS TUNAS BANGSA KELOMPOK B KECAMATAN SOOKO MOJOKERTO
  • SENAM SI BUYUNG DENGAN METODE DEMONSTRASI DALAM PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK
  • UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING KELOMPOK B DI Taman Kanak-kanak AT – TAQWA TANDES SURABAYA
  • MENINGKATKAN MOTORIK KASAR MELALUI KEGIATAN SENAM SEDERHANA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI POS PAUD TERPADU MAWAR KUTISARI SELATAN/18A KEC. TENGGILIS MEJOYO
  • PENERAPAN MENGENAL KONSEP BANGUN GEOMETRI MELALUI KEGIATAN BERMAIN MERONCE SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI PAUD ANGGREK SIDOARJO
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMAKAI SEPATU SENDIRI PADA USIA 4-5 TAHUN
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE DEMONSTRASI KELOMPOK B PPT HARAPAN BANGSA SURABAYA
  • UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENCETAK MENGGUNAKAN MEDIA BAHAN ALAM PADA KELOMPOK A
  • KEGIATAN COOKING CLASS UNTIK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B Taman Kanak-kanak SUCCES KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA
  • PENERAPAN BERMAIN PASIR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A Taman Kanak-kanak YUNIOR SURABAYA
  • PENERAPAN AKTIVITAS MELIPAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak MUSTIKA RINI SURABAYA
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MEDIA PLAYDOUGH DI PLAY GROUP
  • PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK AUTIS DI TK
  • STRATEGI PEMBELAJARAN MODEL PELATIHAN MENEMPEL KAIN PERCA TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B
  • PENGARUH MODEL PELATIHAN DASAR MENGGAMBAR TIRUAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B
  • MODEL PEMBELAJARAN SENTRA PERSIAPAN MODIFIKASI TERHADAPKEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA RINGANDI SDLB C
  • PENGARUH KEGIATAN MENJAHIT TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK
  • PENGARUH BERMAIN TACTILE PLAY TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA SEDANG di SDLB
  • PENERAPAN MEDIA PLASTISIN UNTUK MENINGKATKAT MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI Taman Kanak-kanak AL-ISLAH KECAMATAN GUNUNG ANYAR KOTA SURABAYA
  • PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS ORIGAMI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B di RA ISLAM ANANDA SURABAYA
  • PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGAMBAR BEBAS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak AL-HIDAYAH KARANGGAYAM SRENGAT BLITAR
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MEDIA ORIGAMI PADA KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak DHARMA WANITA PERSATUAN TARIK-SIDOARJO
  • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MELIPAT KERTAS SEDERHANA KELOMPOK B Taman Kanak-kanak
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP MATERI POKOK SUMBER DAYA ALAM PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 10 LOHIA DENGAN MELALUI PENERAPAN MEDIA DAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN…
  • MENINGKATKAN PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD BATIK – SIDOARJO
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM KLASIFIKASI BENTUK GEOMETRI MELALUI MEDIA BALOK PADA ANAK KELOMPOK A PAUD PUTRA HARAPAN GUMENG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO
  • MELALUI BERMAIN PAPAN TITIAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A Taman Kanak-kanak AL FITROH SURABAYA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN PENGGUNAAN BAHAN ALAM PENGHASIL WARNA PADA ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak DHARMA WANITA KECAMATAN SUKOMANUNGGAL SURABAYA
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
  • MENSTIMULASI KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK A MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN MENARI DI Taman Kanak-kanak BAHRUL ULUM PANJANG JIWO SURABAYA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN KOORDINASI MOTORIK KASAR MELALUI BERMAIN MENANGKAP BOLA PADA ANAK KELOMPOK A Taman Kanak-kanak TUNAS MANDIRI SEGODOREJO SUMOBITO JOMBANG
  • MENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LARI ESTAFET PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT MUTIARA BUNDA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK BERMAIN B MELALUI KEGIATAN BERMAIN LOMPAT TALI DI PPT MAWAR SURABAYA
  • PENGEMBANGAN PERMAINAN GOBAK SODOR MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI Taman Kanak-kanak KECAMATAN SEKARAN LAMONGAN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI BERMAIN SAINS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD PLUS AL-FATTAH JARAK KULON JOGOROTO JOMBANG
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DENGAN MODEL MAKE A MATCH DI KELOMPOK A Taman Kanak-kanak ……… KECAMATAN ………… KABUPATEN …………….. TAHUN AJARAN …………..
  • UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN DAYA KONSENTRASI ANAK MELALUI CORETAN GARIS YANG SAMA PANJANG PADA ANAK ANAK KELOMPOK B1 DI Taman Kanak-kanak ABA KERINGAN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN FINGER PAINTING PADA KELOMPOK A2 RA BABUSSALAM KRIAN SIDOARJO
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI Taman Kanak-kanak DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
  • MENSTIMULASI KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK A MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN MENARI DI Taman Kanak-kanak BAHRUL ULUM PANJANG JIWO SURABAYA
  • MENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LARI ESTAFET PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT MUTIARA BUNDA
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK BERMAIN B MELALUI KEGIATAN BERMAIN LOMPAT TALI DI PPT MAWAR SURABAYA
  • PENGEMBANGAN PERMAINAN GOBAK SODOR MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI Taman Kanak-kanak KECAMATAN SEKARAN LAMONGAN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI BERMAIN SAINS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD PLUS AL-FATTAH JARAK KULON JOGOROTO JOMBANG
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DENGAN MODEL MAKE A MATCH DI KELOMPOK A Taman Kanak-kanak ……… KECAMATAN ………… KABUPATEN …………….. TAHUN AJARAN …………..
Demikian contoh-contoh Tema dan Judul Laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" atau PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional" yang sanggup dijadikan pola untuk menciptakan laporan Praktik Lapangan  PKP atau PKM bunda  dan  mahasiswa Semester akhir.  Semoga bermanfaat.  Terima kasih.  

Untuk Isi Laporan Lengkap laporan PKP dan PKM, atau contoh judul lengkap lainnya bisa di download melalui Link di bawah ini.

Download Contoh Isi Laporan Lengkap PKP dan PKM Mahasiswa di Sini !!.

Download Laporan Pkm “Pemantapan Kemampuan Mengajar” Dan Pkp “Pemantapan Kemampuan Profesional” Jurusan Prodi S1 Tk-Paud

Laporan Lengkap, isi laporan PKP atau PKM , bisa di download melalui Link di bawah ini.

LAPORAN  PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL”  JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD  

Download Contoh Isi Laporan Lengkaplaporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" maupun PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional" Mahasiswa Program Studi S1 TK-PAUD. 

 bisa di download melalui Link di bawah ini DOWNLOAD LAPORAN PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL”  JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD





Rabu, 01 Januari 2020

Pengertian Kecerdasan Beragam Dan Implikasinya Untuk Pendidikan Anak

---Bunda..sebelum kita membahas lebih jauh ihwal kecerdasan beragam (multiple intelligences)  dan implikasinya untuk pendidikan anak, terlebih dahulu kita ulang kembali ihwal pengertian kecerdasan beragam tersebut yaitu: Pengertian kecerdasan beragam yaitu pendekatan perkembangan dalam berguru yang ditandai anak tumbuh dan berkembang sebagai suatu keseluruhan, tidak hanya satu dimensi saja yang berkembang dalam suatu waktu tertentu atau sebaliknya tidak semua dimensi mempunyai kecepatan perkembangan yang sama.

Seorang andal pendidikan yang populer andal dalam pengkajian dan penelitian kecerdasan yaitu Howard Garner dari Harvard University, beropini bahwa tidak ada insan yang tidak cerdas. Paradigma ini menentang teori dikotomi cerdas-tidak cerdas. Garner juga menentang anggapan "cerdas" dari sisi IQ (intelectual quotien), yang menurutnya hanya mengacu pada tiga jenis kecerdasan, yakni logiko-matematik, linguistik, dan spasial.

Untuk selanjutnya, Howard Gardner, kemudian mengemukakan istilah multiple intelligences. Istilah ini kemudian dikembangkan menjadi teori melalui penelitian yang rumit, melibatkan antropologi, psikologi kognitif, psikologi perkembangan, psikometri, studi biografi, fisiologi hewan, dan neuroanatomi (Amstrong,1993; Larson,2001).

Berikut ini yaitu aspek-aspek kecerdasan beragam berdasarkan Howard Garner ada 8, yaitu sebagai berikut :
1. Kecerdasan lisan linguistic (verbal linguistic intelligent)
Anak –anak yang mempunyai kemampuan memakai kata-kata dan bahasa dalam banyak sekali bentuk.

2. Kecerdasan nalar matematika (logical mathematical intelligent)
Anak yang mempunyai kemampuan dalam ketajaman melihat referensi dan melaksanakan pendekatan terhadap situasi secara logis

3. Kecerdasan visual spasial (visual special intelligent)
Anak yang mempunyai kemampuan memvisualisasikan banyak sekali hal dan mempunyai kelebihan dalam hal berfikir melalui gambar.

4. Kecerdasan Gerak Tubuh (bodily kinesthetic intelligent)
Anak yang mempunyai kemampuan koordinasi  yang tinggi dalam gerak badan dan bahagia menyentuh segala sesuatu.

5. Kecerdasan musical berirama (musical rithmic intelligent)
Anak yang peka terhadap bunyi-bunyi non lisan dalam lingkungan seperti: irama tinggi rendah suara, dan referensi nada.

6. Kecerdasan antar diri-intrapersonal (interpersonal intelligent)
Memiliki kepekaan dan mengerti akan oranglain.

7. Kecerdasan dalam diri interpersonal (intrapersonal intelligent)
Memiliki kepekaan akan mempunyai perasaan yang paling mendalam dalam diri sendiri, mempunyai kelebihan dan kekurangan di sendiri.

8. Kecerdasan alam natural (naturalistic intelligent)
Anak akan menjadi seorang pengamatlingkungan yang baik, menyadari yang terjadi akan perubahan dalam lingkungan, bahagia melaksanakan percobaan, mengelompokkan benda dan mengasihi binatang.

Bagi para pendidik dan implikasinya bagi pendidikan, teori multiple intelligences melihat anak sebagai individu yang unik. Pendidik akan melihat ada banyak sekali variasi dalam belajar, di mana setiap variasi menjadikan konsekuensi dalam cara pandang dan evaluasinya.

Kecerdasan, berdasarkan paradigma multiple intelligences (Gardner, 1993). sanggup didefinisikan sebagai kemampuan yang mempunyai tiga komponen utama, yakni:
  1. Kemampuan untuk menuntaskan masalah yang terjadi dalam kehidupan konkret sehari-hari
  2. Kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan gres yang dihadapi untuk diselesaikan
  3. Kemampuan untuk membuat sesuatu atau memperlihatkan jasa yang akan menjadikan penghargaan dalam budaya seseorang.
Semua kemampuan tersebut dimiliki oleh semua manusia, meskipun insan mempunyai cara yang berbeda untuk menunjukkannya.

Kecerdasan anak juga didasarkan pada pandangan pokok teori multiple intelligences (Amstrongs, 1993) sebagai berikut;
  1. Setiap anak mempunyai kapasitas untuk mempunyai sembilan kecerdasan. Kecerdasan-kecerdasan tersebut ada yang sanggup sangat berkembang, cukup berkembang, dan kurang berkembang.
  2. Semua anak, pada umumnya, sanggup berbagi setiap kecerdasan sampai tingkat penguasaan yang memadai apabila ia memperoleh cukup dukungan, pengayaan, dan pengejaran
  3. Kecerdasan bekerja bersamaan dalam kegiatan sehari-hari. Anak yang menyanyi membutuhkan kecerdasan musikal dan kinestetik
  4. Anak mempunyai banyak sekali cara untuk pertanda kecerdasannya dalam setiap kategori. Anak mungkin tidak begitu terpelajar meloncat tetapi bisa meronce dengan baik (kecerdasan kinestetik), atau tidak suka bercerita, tetapi cepat memahami apabila diajak berbicara (kecerdasan linguistik).
Dikotomi anak cerdas dan tidak cerdas, serta pemberian label hiperaktif, gangguan belajar, dan prestiasi bawah kemampuan, mendorong para pendidik untuk mempelajari teori Multiple Intellegences. Setelah menemukan delapan bukti dari teorinya, Gardner meneguhkan kriteria temuannya ihwal kesembilan kecerdasan dalam multiple intelligences.

Howard Gardner (1993; Armstrong, 1993) menyadari bahwa banyak orang bertanya-tanya ihwal konsep multiple intelligences. Benarkah musikal, visual-spasial, intrapersonal, dan kinestetik sanggup dikategorikan sebagai kecerdasan, dan bukan bakat? untuk menguatakan temuan dan keyakinannya, Garner menyusun kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh setiap kategori kecerdasan. Kriteria tersebut didasarkan pada bukti-bukti berikut:
  1. Ditemukan potensi yang terisolasi jawaban kerusakan otak. Ini berarti setiap kecerdasan mempunyai sistem otak yang relatif otonom. Terdapat struktur otak dalam setiap kecerdasan.
  2. Ditemukan orang-orang genius dan idiot savant. Ini berarti, ada kecerdasan yang sangat tinggi sementara kecerdasan lain hanya berfungsi pada tingkat rendah.
  3. Ditemukannya riwayat perkembangan khusus dan kinerja kondisi puncak bertara andal yang khas. Hal ini berarti, kecerdasan terbentuk melalui keterlibatan anak dalam kegiatan  dan setiap kecerdasan mempunyai waktu kemunculan tertentu. Musik dan bahasa, contohnya muncul semenjak awal dan bertahan sampai usia bau tanah sementara logiko-matematis mencapai kinerja puncak pada usia belasan tahun.
  4. Ditemukannya bukti-bukti sejarah dan kenyataan logis evolusioner. Hal ini berarti, kecerdasan ada pada setiap kurun waktu, meskipun kiprah dari setiap kecerdasan tidak sama. Bukti kecerdasan musik ditemukan pada bukti arkeologis instrumen musik purba.
  5. Ditemukannya dukungan dari temuan psikometri atau tes pengujian, ibarat tes lisan IQ dan TPA (verbal-linguistik), pikiran sehat IQ dan TPA (logiko-matematik), tes talenta seni dan tes memori visual (visual-spasial), tes kebugaran fisik (kinestetik), sosiogram (interpersonal), tens proyeksi (interapersonal) untuk menggali kecerdasan anak. Saat ini, telah dibentuk tes psikometri untuk kecerdasan majemuk.
  6. Ditemukannya dukungan riset psikologi eksperimental, ibarat studi kemampuan mengingat, persepsi, dan atensi. Hal ini pertanda bahwa setiap insan mempunyai kemampuan yang terkotak-kotak, dan bahwa setiap kemampuan kognitif berlaku khusus untuk satu kecerdasan.
  7. Ditemukannya cara kerja dasar yang terindentifikasi. Setiap kecerdasan memerlukan cara kerja yang berperan menggerakan kegiatan yang spesifik pada setiap kecerdasan.  Cara kerja dasar kinestetik, contohnya yaitu kemampuan menggandakan dan menguasai gerak.
  8. Ditemukannya penyandian kecerdasan dalam sistem simbol. Semua kecerdasan mempunyai sistem simbol khas, ibarat bunyi bahasa (verbal linguistik), Simbol matematika (logika-matematik), kanji (visual spasial), braille (kinestetik), notasi (musikal), mimik wajah (interpersonal), dan simbol diri terhadap karya seni (intrapersonal), penjabaran spesies (naturalis), dan simbol nurani (eksitensial).
Menurut Howard Gardner, multiple intelligences memiliki karakteristik konsep yang berbeda dengan karakteristik konsep kecerdasan terdahulu. Karakteristik yang dimaksud yaitu sebagai berikut.
  1. Semua intelegensi itu berbeda-beda, tetapi semuanya sederajat. Dalam pengertian ini, tidak ada intelegensi yang lebih baik atau lebih penting dari inteligensi yang lain (Gardner, 1993; Hine; 2003; Armstrong, 1993; 1996).
  2. Semua kecerdasan dimiliki insan dalam kadar yang tidak persis sama. semua kecerdasan sanggup dieksploitasi, ditumbuhkan, dan dikembangkan secara optimal.
  3. Terdapat banyak indikator kecerdasan dalam tiap-tiap kecerdasan. Dengan latihan, seseorang sanggup membangun kekuatan kecerdasan yang dimiliki dan menipiskan kelemahan-kelemahan
  4. semua kecerdasan yang berbeda-beda tersebut akan saling bekerja sama untuk mewujudkan kegiatan yang diperbuat manusia. Satu kegiatan mungkin memerlukan lebih dari satu kecerdasan, dan satu kecerdasan sanggup dipakai dalam banyak sekali bidang (Gardner, 1993:37-38).
  5. Semua jenis kecerdasan tersebut ditemukan di seluruh atau semua lintas kebudayaan di seluruh dunia dan kelompok usia (Garner, 1993: Armstrong, 2004:10-13).
  6. Tahap-tahap alami dari setiap kecerdasan dimulai dengan kemampuan membuat referensi dasar. Kecerdasan musikal, contohnya ditandai dengan kemampuan membedakan tinggi rendah nada. Sementara kecerdasan spasial dimulai dengan kemampuan pengaturan tiga dimensi.
  7. Saat seseorang dewasa, kecerdasan diekspresikan melalui rentang pengejaran profesi dan hobi. Kecerdasan logika-matematika yang dimulai sebagai kemampuan membuat referensi dasar pada masa balita, menjelma penguasaan simbolik pada masa anak-anak, dan balasannya mencapai kematangan ekspresi dalam wujud profesi sebagai andal matematika, akuntan, atau ilmuwan. 
  8. Ada kemungkinan seorang anak berada pada kondisi "berisiko" sehingga apabila mereka tidak memproleh pemberian khusus, mereka akan mengalami kegagalan dalam tuga-tugas tertentu yang melibatkan kecerdasan tersebtu (Gardner, 1993: 27-29). 

Demikian Artikel singkat ihwal pengertian kecerdasan beragam (multiple intelligences)  dan implikasinya untuk pendidikan anak. Semoga bermanfaat. terimakasih.

Referensi: Artikel sejenis ini ditulis juga di :
https://id.wikipedia.org/wiki/Howard_Gardner
http://chantekmekap.blogspot.com/search?q=macam-macam-kecerdasan-majemuk-multiple_27
https://nuritaputranti.wordpress.com/.../kecerdasan-majemuk-multiple-intelligences/
http://chantekmekap.blogspot.com/search?q=macam-macam-kecerdasan-majemuk-multiple_27
http://www.ayahbunda.co.id/.../kecerdasan-majemuk-28multiple-intelligences29-dan-howar.