Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2020

Cara Membuatkan Kreativitas Pada Anak Berdasarkan Teori

Siapa orang bau tanah yang tidak ingin mempunyai anak yang pandai dan kreativ, semua orang bau tanah niscaya ingin anaknya menjadi pandai dan kreativ, alasannya anak yang kreativ sanggup membantu kemampuan anak untuk tumbuh dan berkembang baik segi kognitif, afektiv dan motorik sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Secara umum pengertian Kretivitas yakni suatu karunia dari yang maha pencipta pada makhluk pandai yang namanya manusia. Berbagai wangsit kreatif akan mucul manakala insan mulai memakai nalar budinya untuk memenuhi aneka macam kebutuhan dan hasrat dalam hidupnya, sehingga insan yang kreatif tidak pernah berhenti berpikir dan berpikir, selalu saja ada ide-ide yang lahir dari benak setiap kali melihat, mendengar atau mencicipi sesuatu yang mereka alami. 

  1. Menurut Santrock, kreativitas yakni kemampuan untuk memikirkan sesuatu dengan cara-cara yang gres dan tidak biasa serta melahirkan suatu solusi yang unik terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
  2. Mayesty menyatakan bahwa kreativitas : cara perpikir dan bertindak atau membuat sesuatu yang original dan bernilai atau berkhasiat bagi diri sendiri dan orang lain.
  3. Angelou beropini bahwa kreativitas ditandai dengan adanya kemampuan untuk menciptakan, mengadakan, menemukan suatu bentuk gres atau ntuk menghasilkan sesuatu melalui keterampilan imajinatif.
  4. Munandar yang mengutif pada Gallagher menyatakan bahwa kreativitas berafiliasi dengan kemampuan untuk membuat sesuatu yang gres yang belum ada sebelumnya.
  5. Moustakes menyatakan bahwa kreativitas berafiliasi dengan pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam relasi dengan diri sendiri dengan alam dan orang lain
  6. Semiawan dalam Munandar beropini bahwa kreativitas merupakan kemampuan dalam pemecahan problem kreativitas kemampuan untuk memikirkan sesuatu dengan cara-cara yang  baru dan tidak biasa serta melahirkan suatu solusi yang unik terhadap masalah-masalah yang dihadapi. 

Karakteristik dari suatu bentuk kreativitas tampak dalam proses berpikir dikala seseorang memecahkan problem yang berafiliasi dengan :
a.Kelancaran (fluency) 
berupa kemampuan dalam menunjukkan balasan / mengemukakan pendapat atau ide-ide.

b.Kelenturan (flexiblity) 
berupa kemampuan untuk mengemukakan aneka macam alternatif dalam memecahkan masalah.

c.Keaslian (originality) 
berupa kemampuan untuk menghasilkan aneka macam wangsit atau hasil karya ajaran sendiri.

d.Memperinci (Elaborasi) 
berupa kemampuan untuk memperluas wangsit dan aspek-aspek yang mungkin tidak terpikirkan atau terlihat orang lain.

Kreativitas mempunyai ciri-ciri non aptitude menyerupai rasa ingin tahu, bahagia mengajukan pertanyaan bersifat imajinatif tertantang atau berani mengambil resiko, perilaku menghargai, percaya diri, terbuka dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru, kreativitas berafiliasi dengan proses berpikir yang dilakukan oleh seseorang berkemampuan berpikir menyebar (divergent thinking) bukan menyempit (Convergent Thingking).

Mayesty mengemukakan 8 cara untuk membantu anak dalam mengekspresikan kreativitas yaitu :
1.Membantu anak mendapatkan perubahan 
2.Membantu menyadari bahwa beberapa problem tidak gampang dipecahkan
3.Membantu untuk mengenali aneka macam problem mempunyai solusi
4.Membantu menafsirkan dan mendapatkan perasaannya.
5.Memberi perhargaan 
6.Menghargai perbedaan dalam dirinya
7.Memberikan rasa nyaman dalam melaksanakan acara kreativ, dan 
8.Membantu membangun ketekunan dalam dirinya.

Rhodes dalam Munandar menjelaskan bahwa pengembangan kreativitas pada diri seseorang sanggup dilakukan melalui pendekatan 4 P yaitu Person (pribadi) merupakan tindakan kreatif muncul dari seluruh keunikan kepribadian, process (proses); merupakan langkah-langkah kreatif dimulai dari tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi, Press (dorongan) serta Product (hasil akhir).

Sumber : http://chantekmekap.blogspot.com/search?q=cara-mengembangkan-kreativitas-pada-anak

Kamis, 02 Januari 2020

Cara Menghitung Rumus Apm Dan Apk Paud



RUMUS APM (Angka Partisipasi Murni)
APM (SM) SMA/SMK/MA =  
APM (SLTP) SMP/MTS =  
APM (DIKDAS) SD/MI =   
APM PAUD  =   



RUMUS APK (Angka Partisipasi Kasar)
APK (SM) SMA/SMK/MA =  
APK (SLTP) SMP/MTS =  
APK (DIKDAS) SD/MI =   
APK PAUD  =   

Cara menghitung dengan Rumus untuk mengetahui APM = PAUD Angka Partisipasi Murni  PAUD dan APK PAUD = Angka Partisipasi Kasar PAUD

http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/

Harus Bersukur Mempunyai Anak Yang Bandel ?

 ketika kita mempunyai anak yang kerap berperilaku yang dianggap pembangkang HARUS BERSUKUR MEMILIKI ANAK YANG NAKAL ?
Bunda, ketika kita mempunyai anak yang kerap berperilaku yang dianggap nakal, sering kali menciptakan orangtua gelisah, bingung dan merasa lelah menghadapi dan mengatasinya. Kadang banyak orang renta yang merasa putus asa dengan tingkah laris bawah umur mereka yang tidak penurut, dan selalu pertanda sikap aktif yang berlebihan.

Namun tahukah bunda?, ternyata dibalik sikap dan sikap pembangkang anak tersebut tenyata mempunyai sisi positif yang kelak akan menjadi pendukung kesuksesan anak ketika ia beranjak cukup umur kelak. Apa pasal?

Berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Developmental Psychology, bawah umur yang susah diatur ketika kecil nantinya mempunyai penghasilan lebih tinggi ketika cukup umur ketimbang bawah umur yang penurut.

Penelitian dilakukan oleh para jago dari University of Luxembourg, University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan Free University of Berlin di Jerman.

Pada tahap pertama, para peneliti melaksanakan pengamatan dan pengujian terhadap sekelompok anak berusia 12 tahun pada tahun 1968.

Pengamatan dan pengujian tersebut dilakukan terhadap 745 orang anak-anak.

Adapun beberapa aspek yang diteliti antara lain kecerdasan, perilaku, dan status sosio-ekonomi.

Lalu, 40 tahun kemudian, yakni pada tahun 2008, para peneliti kembali mengevaluasi individu-individu tersebut guna mengetahui apakah sikap mereka ketika kanak-kanak bisa menjadi pantulan mengenai ibarat apa masa depan mereka?

Secara mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa para individu yang memperlihatkan sikap pembangkang ketika kanak-kanak cenderung lebih sukses dan berhasil dalam kariernya.

Mereka yang acap kali melanggar peraturan dan melawan otoritas, ibarat orangtua dan guru, tumbuh cukup umur dengan jenjang karier yang cemerlang dan berpenghasilan tinggi.

Lalu, apa bekerjsama klarifikasi yang bisa menyimpulkan hasil penelitian yang menarik ini?

Menurut para peneliti dalam laporan mereka, klarifikasi yang paling sederhana untuk hasil penelitian tersebut yaitu bahwa sifat menantang sanggup menciptakan individu lebih gesit dalam mencari peluang dan kerja yang menawarkan penghasilan besar.

Selain itu, bawah umur yang semasa kecilnya sering memberontak dan nakal, ternyata mempunyai luapan semangat untuk membuktikan bahwa mereka bisa mempunyai kehidupan yang sukses.

Nah, mulai sekarang Anda harus memperhatikan sikap buah hati Anda secara cermat.

Jadi, apabila si kecil memperlihatkan sikap galak dan nakal, jangan eksklusif panik dan mendisiplinkan dengan gaya otoriter.

Sebaiknya, pertebal kesabaran Anda untuk menawarkan klarifikasi yang sanggup diterima anak terkait perilakunya tersebut.

Secara bijak, komunikasikan pada anak sikap yang sesuai dan layak di lingkungan sosial.

Selain hal-hal di atas penumbuhan nilai-nilai budi pekerti, dengan penanaman nilai-nilai melalui pendidikan abjad menjadi sangat penting. Karena dengan nilai-nilai budi pekerti yang baik maka anak akan sanggup memahami dan menjalani hidupnya dengan lebih santun dan penuh dengan tata krama sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakatnya.

Sumber !

10 Kunci Berguru Keaksaraan Untuk Anak Paud

Dalam aktivitas pembelajaran pendidikan anak usia dini, Keaksaraan tidak hanya ditandai dengan kemampuan untuk anak membaca dan menulis huruf atau kata-kata, tetapi yang terpenting anak memahami setiap kata dan kalimat dalam tulisan.

Seperti yang di ungkapkan Sylvia Ashton Warner(1963), Kata pertama harus bermakna bagi anak. Kata itu harus merupakan bab dari dirinya. Harus merupakan ikatan yang organik, secara organik lahir dari dinamika hidup itu sendiri. Harus kata yang sudah menjadi bab dari dirinya. Kata pertama, buku pertama harus dibentuk oleh anak itu sendiri. Saya masuk kedalam otak anak, membawa keluar apa yang aku temukan disana dan menggunakannya sebagai materi kerja pertama. Ini yaitu kosakata penting bagi mereka.

Berikut ini yaitu 10 kunci berguru keaksaraan bagi anak usia dini :
  1. Huruf dan kata BERMAKNA bagi anak.
  2. Rangsangan terus menerus dalam setiap kesempatan berupa kegiatan-kegiatan seperti:membaca buku, dongeng, menyanyi, bercakap-cakap, aktivitas motorik halus.
  3. Sediakan cukup daerah kerja untuk sejumlah anak.
  4. Pilih materi yang sanggup dipakai dengan bermacam-macam cara dan bermacam-macam tingkat perkembangan.
  5. Sediakan banyak buku dengan jenis dan tingkat yang berbeda.
  6. Lingkungan harus kaya dengan goresan pena atau keaksaraan.
  7. Membaca dan menulis dicontohkan sebagai pengalaman yang menyenangkan
  8. Menerima semua perjuangan yang anak buat menuju membaca dan menulis.
  9. Selalu memperlihatkan rangsangan dan dorongan terhadap karya anak
  10. Keaksaraan bukan DIAJARKAN, tetapi dimunculkan dalam pengalaman sehari-hari  dengan bahan-bahan yang bermacam-macam dan sempurna melalui tunjangan orang dewasa. 
 


Perlu kita Ingat tiga hal penting ini untuk aktivitas keaksaraan anak :
  1. Ada perbedaan antara anak yang didrill terus menerus dibandingkan anak yang dibolehkan untuk melaksanakan percobaan dengan huruf, kata, dan menulis dalam lingkungan keaksaraan yang bebas tekanan.
  2. Kesabaran menuntun minat membaca dan menulis pada usia 4 tahun akan memilih semakin kaya minat anak di usia 21 tahun.
  3. Seperti kata Mark Twain, ”Orang yang tidak membaca buku yang anggun sama saja dengan orang yang buta huruf.”
Demikian bunda 10 kunci berguru keaksaraan bagi anak usia dini, agar bermanfaat, terimakasih Atas kunjungannya diblog ini. Wassalam......

Mau Anak Pintar, Sehat Dan Berpengaruh ? Kembalikan Anak Ke Alam

Setelah kita mempelajari dan menelaah beberapa goresan pena dan teori-teori yang bertebaran di banyak buku dan di dunia maya, wacana pendidikan dan perkembangan anak, coba bunda perhatikan gambar-gambar dunia anak di bawah ini, kira-kira bagaimana berdasarkan bunda? :












Bunda...Dalam prosesnya, terkait dengan pendidikan dan perkembangan anak, melibatkan dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber berguru yaitu hal yang sangat bermanfaat bagi anak kita, terutama untuk menunjukkan motivasi belajar, mengarahkan kegiatan belajar, memperkaya informasi, meningkatkan kekerabatan sosial, pengenalan lingkungan, serta menumbuhkan perilaku dan penghargaan terhadap lingkungan alam sekitar. 

Bunda...dengan mengembalikan anak ke alam dan dengan memanfaatkan alam sekitar sanggup menumbuhkan kemampuan anak untuk menyesuaikan diri dan survival terhadap banyak sekali keadaan. Anak sanggup bereksplorasi untuk mempelajari dan menggali sumber-sumber berguru yang tidak akan pernah habis-habisnya. Anak sanggup menjelajah sekuat kemampuan fisiknya, sehingga terbentuklah kemampuan yang tergambar dalam 3 ranah domain; Kognitif, afektif dan psikomotorik dari diri anak yang bersangkutan.

So..jadi gimana berdasarkan bunda,? .....perlukah anak kembali ke alam??....


Sumber Gambar: Google, Facebook dan Koleksian langsung !

Nak Jangan Ada Dusta Di Antara Kita ?

Pengalaman saya dikala mengajar belum dewasa Sekolah Menengan Atas dan Mahasiswa, ternyata banyak siswa/Warga Belajar dan mahasiswa yang melaksanakan kecurangan. Ketika mereka menciptakan kiprah dan menyontek ulangan, terjadi hal-hal yang menyimpang dari pendidikan abjad yang telah kita berdiri semenjak belum dewasa ini masih dini usia. Saya kepikiran inikah hasil pendidikan abjad dan pendidikan kebijaksanaan pekerti yang kita laksanakan semenjak usia dini?,. Kenyataannya masih berlanjut dan berkembang dusta dan kebohongan untuk mencapai tujuan yang dengan hasil maksimal tapi semu. 

Siswa dan Mahasiswa berusaha membohongi (ngibulin) kita dengan tugas-tugas hasil contekan dan kopas asal-asalan, tentu saja modus menyerupai ini sering ketahuan, dan mereka bertanya-tanya kok bapak tahu??. tentu saja tahu, alasannya ialah ini telah menjadi "kenangan terindah" semenjak belum dewasa ini masih kanak-kanak. dan saya memahami jiwa belum dewasa ini masih selalu ada dihati mereka...heheh... kira-kira menyerupai inilah mereka semasa masih kanak-kanak, hingga terbawa hingga mereka jadi siswa dan mahasiswa.



Dan kemungkinan komunikasi yang terjadi semasa di tangan orang tuanya sebagai berikut: 

Orang tua:  Hadoh biyuuung. Siapa yang corat-coret?
Anak:         Emm … bukan aku. Dia (sambil nunjuk si doggsy)
Doggsy :    sambil mendelik: guk-guk (aje gile busyet, teganya kamu pada ku mas bro).....;)

Tentu saja bagi orang bau tanah akan simpel mengetahui kejadiannya. Sementara bagi sang anak, heran banget. Bagaimana orang bau tanah saya kok tahu ya? Kira-kira yang menyerupai mirip inilah terjadi antara siswa dengan saya sekarang. 

Jadi anak ku semenjak kalian kecil ..jangan ada dusta di antara kita ya..!! 

So...  gimana pendapat bunda ???


Sumber Gambar : Google

Inilah Alasan Acara Menasik Haji Penting Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) !

Padanya terdapat gejala yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[215]; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; Mengerjakan haji yakni kewajiban insan terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imron:97)* * *
Dalam pendidikan Agama Islam semenjak usia dini, perlu dikenalkan rukun-rukun Islam kepada anak. Tujuan mengenalkan rukun Islam yang kelima, Yaitu Berhaji. Ini dilakukan semoga bawah umur usia dini di lembaga-lembaga PAUD mengenal dan memahami dengan baik fatwa Tauhidnya.


Coba kita lihat bawah umur kita dengan menggunakan kain ihram yang terlihat putih-putih mereka sangat antusias ikut acara manasik haji, mereka belajar, mengenal dan melakukan rukun-rukun haji bersama pembimbing manasik haji dan para guru Pendidik PAUDnya.

Dalam acara pengenalan manasik haji ini, bawah umur dibimbing dengan sabar dalam menjalankan semuah tahapan berhaji. Mulai dari acara thawaf, sai, melempar jumrah dan tahalul, ini semua dilakukan bawah umur PAUD secara sederhana tapi khidmad. 

 Mengerjakan haji yakni kewajiban insan terhadap Allah INILAH ALASAN KEGIATAN MENASIK  HAJI PENTING UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) !



Indah nian, semoga keindahan ini menjadi kado untuk anak, yang sanggup menjadi materi bagi pengembangan nilai sosial, sopan santun dan agama, untuk menjadi bekal kepercayaan dan takwa bagi anak sampai mereka dewasa. Semoga mereka sanggup menjadi haji yang Mambrur dikala mereka melakukan ibadah haji yang bahwasanya kelak...Amiin..

“Dan haji mabrur itu tiada akhir bagi-nya melainkan Surga” (Al Hadits).



Lihat Gambar dan Foto Manasik Haji anak PAUD yang lucu-lucu lainnya di sini !!

Ringkasan Penilaian Perkembangan Anak

 perkembangan anak usia dini yaitu proses pengumpulan data dan gosip ihwal pertumbu RINGKASAN EVALUASI PERKEMBANGAN ANAK
Secara umum penilaian (evaluasi) perkembangan anak usia dini yaitu proses pengumpulan data dan gosip ihwal pertumbuhan dan perkembangan anak yang diperoleh dari proses dan hasil kegiatan ihwal pertumbuhan dan perkembangan anak yang diperoleh dari proses dan hasil kegiatan mencar ilmu selama periode tertentu. Penilaian dan pembelajaran saling terkait erat. Melalui penilaian pendidik mendapat gosip ihwal pengetahuan, keterampilan serta kemajuan perkembangan anak. Kegiatan penilaian dalam PAUD dilakukan melalui pengamatan, dokumentasi, analisa dan review kerja anak sepanjang waktu. Penilaian yang sempurna dengan memakai cara yang tepat, sehingga pendidik menemukan kebutuhan mencar ilmu setiap anak dengan tahap perkembangannya.

Tujuan penilaian yaitu :
1. Mengetahui status pertumbuhan dan tahap perkembangan anak
2. Menyusun perencanaan pembelajaran lebih lanjut
3. Menyusun laporan pertumbuhan dan perkembangan anak
4. Memberikan gosip pada orang tua/wali ihwal kemajuan pertumbuhan dan perkembangan anak

Fungsi penilaian yaitu untuk :
  1. Memberikan umpan balik kepada pendidik untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran
  2. Sebagai materi pertimbangan pendidik untuk melaksanakan kegiatan bimbingan terhadap anak didik semoga fisik dan psikisnya sanggup tumbuh dan berkembang secara optimal
  3. Sebagai materi pertimbangan pendidik untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  4. Memberikan gosip kepada orang renta ihwal pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak
  5. Sebagai gosip bagi orang renta untuk melaksanakan pendidikan keluarga yang sesuai dan terpadu dengan proses pembelajaran di PAUD
  6. Sebagai materi masukan bagi banyak sekali pihak dallam rangka training selanjutnya terhadap anak didik.

Prinsip penilaian yaitu sebagai berikut :
  1. Menyeluruh, penilaian meliputi seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan dalam proses kegiatan pembelajaran anak
  2. Berkesinambungan, penilaian dilakukan secara terencana, sedikit demi sedikit dan terus menerus untuk memperoleh citra menyeluruh dari hasil pembelajaran
  3. Obyektif, penilaian dilakukan menurut fakta dengan memperhatikan perbedaan dan keunikan pertumbuhan dan perkembangan anak.
  4. Otentik, penilaian dilakukan pada situasi yang alamiah (secara wajar) sehingga anak tidak merasa sedang dinilai
  5. Mendidik, hasil penilaian dipakai untuk membina dan menawarkan dorongan kepada pendidik atau orang renta untuk menawarkan proses pembelajaran (interaksi, ingkungan dan alat) kepada anak semoga sanggup mencapai tahap perkembangan secara lebih optimal.
  6. Kebermaknaan, hasil penilaian harus bermakna bagi anak, pendidik dan orang renta serta pihak lain yang memerlukan.

Aspek penilaian, antara lain :
  1. Status kesehatan dan gizi anak
  2. Aspek perkembangan meliputi moral dan nilai agama, sosial, emosional, dan kemandirian, bahasa, kognitif, seni, dan fisik/motorik

Berbagai alat penilaian yang sanggup dipakai untuk memperoleh citra perkembangan kemampuan dan sikap anak, antara lain:
1. Catatan anekdot, yaitu sekumpulan catatan ihwal sikap dan sikap anak dalam situasi tertentu (contoh terlampir). Pencatatan yang menjelaskan bencana yang terkait dengan perkembangan penting yang dimunculkan anak dikala bermain. Contoh anekdot !!

Teknik melaksanakan pengamatan dengan memakai catatan anekdot:
a. Deskripsikan secara singkat dan spesifik ihwal sikap anak yang sanggup ditulis maupun direkam. Kemudian deskripsi tersebut sanggup ditransfer ke file anak atau pun acuan selanjutnya. Tanggal, waktu, dan lokasi observasi perlu di catat.
b. Catatan ihwal sikap anak yang baru/berbeda dari biasanya, atau keterampilan anak yang impulsif yang sanggup dijadikan realiti check.
c. Pendidik perlu mempunyai keterampilan mencatat dengan cepat, dan daya ingat yang baik. Pencatatan diusahakan dilakukan sesegera mungkin, tidak berselang usang sesudah observasi.

2. Portofolio, yaitu penilaian menurut kumpulan hasil kerja anak yang sanggup menggambarkan sejauh keterampilan anak berkembang.

3. Unjuk kerja (performance), merupakan penilaian yang menuntut anak untuk melaksanakan kiprah dalam perbuatan yang sanggup diamati, contohnya praktik baca do'a melaksanakan sholat dll.

4. Penugasan (project) merupakan kiprah yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relatif usang dalam pengerjaannya. Misalnya melaksanakan percobaan menanam biji.

5. Hasil karya (Product) merupakan hasil kerja anak sesudah melaksanakan suatu kegiatan.

Semua hasil pengamatan, catatan anekdot, ceklis dan portofolio hasil karya anak dikaji secara intensif dan terpola oleh pendidik untuk mengetahui perkembangan semua aspek perkembangan setiap anak. Hasil penilaian dikomunikasikan dengan orang renta secara terpola baik secara formal (buku laporan) per kuartal atau smester maupun informal (diskusi) yang dilakukan setiap dikala jikalau diperlukan. Buku laporan yang disampaikan kepada orang renta berupa ceklis dan narasi, berisi catatan indikator perkembangan setiap, disertai saran-saran yang sanggup dilakukan orang renta di rumah.

Pengelolaan hasil Penilaian sebagai berikut :
  • Pendidik menciptakan kesimpulan dan laporan kemajuan anak menurut gosip yang tersedia.
  • Pendidik menyusun dan memberikan laporan perkembangan anak secara tertulis kepada orang renta secara berkala, minimal sekalian dalam satu semester
  • Laporan perkembangan anak disampaikan kepada orang renta dalam bentuk laporan isan tertulis secara bijak, disertai saran-saran yang sanggup dilakukan orang renta di rumah.
  • Prinsip/etika dalam menciptakan dokumentasi melalui penilaian sebagai berikut :
  1. Ketepatan, yaitu dengan cara mencatat fakta secara tepat, lengkap dan dilakukan sesegera mungkin sesudah pengamatan
  2. Objektivitas, yaitu dengan mencatat fakta secara objektif, tidak bias dan tidak ditambah dengan pendapat kita
  3. Menghidari pelabelan, yaitu menghindari kesimpulan dari diagnosis yang terlalu dini menurut gosip yang terbatas
  4. Memiliki tujuan yang baik. Tujuan dokumentasi yaitu untuk mengamati sikap anak, mengumpulkan gosip ihwal anak, dan merencanakan acara yang sempurna untuk anak. Dokumentasi tidak ditujukan untuk alasan yang merugikan anak dan keluarganya.
  5. Berbagi dengan keluarga. Berbagi dan berkomunikasi dengan keluarga ihwal sikap dan perkembangan anak harus dengan persetujuan pihak yang terkait, contohnya guru dan anak yang diamati (tergantung usia anak). Dalam hal ini, privacy anak juga perlu menjadi materi pertimbangan. Pada Kondisi tertentu, guru pendidik perlu meminta izin pada anak untuk menceritakan ihwal anak pada orang tuanya.
  6. Kerahasiaan, Kerahasiaan anak perlu dijaga, dimana gosip ihwal anak hanya boleh diketahui oleh pihak-pihak yang mempunyai hak untuk mengetahui gosip tersebut. Kita juga perlu meminta izin dari orang renta anak dikala mendokumentasikan anak.

Tindak lanjut dari penilaian terhadap perkembangan anak alasannya adanya kegiatan pembelajaran di PAUD yaitu :
Pendidik memakai hasil penilaian untuk meningkatkan kompetensi diri.
  • Pendidik memakai hasil penilaian untuk memperbaiki program, metode, jenis aktivitas/kegiatan, penggunaan dan penataan alat permainan edukatif, alat kebersihan dan kesehatan, serta untuk memperbaiki sarana dan prasarana termasuk untuk anak dengan kebutuhan khusus.
  • Mengadakan pertemuan dengan orang tua/keluarga untuk mendiskusikan dan melaksanakan tindak lanjut untuk kemajuan perkembangan anak
  • Pendidik merujuk keterlambatan perkembangan anak kepada ahlinya melalui orang tua.
  • Merencanakan acara pelayanan untuk anak yang mempunyai kebutuhan khusus.
Lihat juga pola format Evaluasi dan Penilaian PAUD di sini !!

Tips Cara Merawat Gigi Bayi Yang Gres Tumbuh

Meskipun gigi bayi belum tumbuh, tetapi perawatan kesehatan secara dini terhadap lisan dan gigi bayi tetap perlu dilakukan, agar  kesehatan gusi dan gigi bayi anda lebih terjamin, alasannya yaitu gigi dan gusi yang sehat dikala bayi merupakan bakal gigi dan gusi yang sehat dikala dewasa.

Langkah awal sebelum merawat gigi bayi kita yaitu memperhatikan kondisi gigi bayi yang akan tumbuh. Biasanya pada bayi yang akan tumbuh giginya ditandai dengan beberapa gejala, menyerupai pembengkakan pada gusi yang disertai rewel dan badan yang demam pada bayi. Perlu hati-hati dan perawatan khusus terhadap bayi yang akan mengalami tumbuh gigi ini. Berikut beberapa tips untuk bunda dalam merawat gigi bayi ;
  • Mulailah menyikat gigi bayi anda begitu giginya mulai tumbuh,
  • Gunakan air higienis dan sikat gigi/kain khusus bayi, jangan memakai pasta gigi
  • Pasta gigi yang mengandung fluoride, hanya dipakai bila anak anda telah berusia lebih dari 2 tahun.
  • Selalu higienis dot/empeng bayi sebelum digunakan
  • Jauhkan bayi dari benda-benda keras yang sanggup digigitnya, sampai sanggup merusak giginya.
  • Jangan diberikan masakan cantik pada bayi kalau belum waktunya, kalau bayi menyukai masakan lain yang tidak cantik berikan itu saja 
  • Berikan hidangan masakan yang kaya kalsium dalam masa-masa pertumbuhan gigi bayi
  • Jangan dibiasakan dan Hindari bayi anda yang telah tumbuh giginya  ngedot baik menjelang tidur atau dikala tidur.
Demikian tips cara merawat gigi bayi anda, semoga bermanfaat untuk bunda sekalian, terimakasih, wassalam...

Sosial Emosional Anak Paud Dalam Ular Naga Panjangnya

PAUD-Anakbermainbelajar---Penulis teringat masa-masa kecil dahulu, saat bermain bersama teman-teman, kadang saking asiknya bermain, tidak terasa hari sudah menjelang senja. Salah satu permainan pavorit yang sering dimainkan waktu itu yaitu permainan "Ular Naga" Bentuk permainan ini berupa bernyanyi dan bergerak sambil berpegangan tangan membantuk deretan tertentu, bermain ular-ular'an sambil bernyanyi "ular Naga Panjangnya" yang teks lagunya kita kenal berbunyi berikut ini :

"Ular naga Panjangnya bukan kepalang
menjalar-jalar selalu kian kemari
umpan yang yummy itulah yang dicari
ini dianya yang terbelakang."


Pada permainan ini, sebagai pusatnya dua orang anak bangun berhadap-hadapan sambil berpegangan tangan yang diangkat ke atas, kemudian sekelompok anak berbaris saling berpegangan tangan kepundak dengan kedua tangan, berjalan mengikuti irama ke arah bawah membentuk terowongan dari tangan-tangan kedua anak yang berpegangan tangan tadi. Mereka berjalan bergerak dan berputar memutari salah seorang anak yang berpegangan tangan tadi, (Biasanya searah jarum jam) kemudian kembali melewati terowongan yang sama. Begitu seterusnya sambil bernyanyi lagu "Ular Naga" tolong-menolong hingga pada bab tamat nyanyian yang berbunyi "Ini dianya yang terbelakang", anak kedua dari anak yang membuat terowongan segera menangkap anak yang berada paling belakang dari barisan ular tersebut, dan anak yang tertangkap akan diberikan pertanyaan hingga beliau harus menentukan ikut temannya yang menjadi sentra dikiri atau dikanan..dan seterusnya.


Bernyanyi dan bermain tolong-menolong dalam permainan "Ular Naga" ini, akan membuat belum dewasa berinteraksi secara masuk akal dan menggembirakan. Pada aktivitas main ini, anak sanggup membuat aspek-aspek penting yang berkhasiat bagi keterampilan dan pendidikan kecakapan hidupnya, ibarat kerjasama, kolaborasi, tugas-tugas kelompok. Sehingga aspek sosial emosional anak sanggup berkembang melalui pengalaman-pengalaman mainnya yang luar biasa. Dengan permainan ini anak mengalami pengalaman berguru yang sangat baik, sebagai sebuah pengetahuan dan pengalaman gres ihwal dunia yang dihadapinya, sehingga anak sanggup menentukan perilaku yang baik untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Aktivitas ini juga sangat membantu guru dalam menyemangati anak yang mengalami kesulitan untuk berinteraksi. Pengalaman anak bermain dan bernyanyi ular naga ini akan menunjukkan motivasi dan peningkatan bagi keterampilan belum dewasa berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman-temannya.

Nah.. bunda, ayo kita main "Ular Naga Panjangnya" Yuk !!

Pendidikan Khusus Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Berdasarkan Peraturan Dan Uu

 perihal Sistem Pendidikan Nasional juga tetapkan mengenai pendidikan khusus bagi anak y PENDIDIKAN KHUSUS BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MENURUT PERATURAN DAN UU
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 perihal Sistem Pendidikan Nasional juga tetapkan mengenai pendidikan khusus bagi anak yang berkebutuhan khusus ini,  yang terwujud dalam UU  no. 20 Tahun 2003 Pada pasal 32 ayat 1, yang terdiri dari :
  1. Tunanetra
  2. Tunarungu, Tunawicara
  3. Tunagrahita : Ringan (IQ = 50 - 70), sedang (IQ = 25 - 50), (a.l. Down Syndrome)
  4. Tunadaksa : Ringan, Sedang
  5. Tunalaras (Dysruptive) dan HIV AIDS dan Narkoba
  6. Autis, Sindrome Asperger
  7. Tunaganda
  8. Kesulitan Belajar / Lambar Belajar (a.l. Hyperaktif, ADD/ADHD, Dysgraphia/Tulis, Dislexia/Baca, Dysphasia/Bicara, Dyscalculia/Hitung, Dyspraxia/Motorik).
  9. GIFTED : Potensi Kecerdasan spesial (IQ > 125) dan
  10. TALENTED : Potensi Bakat spesial (Multiple Intelligences : Language, Logico-mathematic, Visuo-Spatial, Bodily-kinesthetic,Musical, Interpersonal, Natural, Intrapersonal, Spritual) dan
  11. INDIGO
Kepres Nomor 36 tahun 1990 perihal Konvensi Anak, Pasal 23 menyatakan bahwa :
  1. Negara-negara akseptor mengakui bahwa seseorang anak yang menderita cacat mental dan fisik hendaknya menikmati kehidupan yang penuh dan layak, dalam keadaan-keadaan yang menjamin martabat, meningkatkan percaya diri dan mempermudah tugas serta aktif anak dalam masyarakat.
  2. Negara-negara akseptor mengakui hak anak cacat atas perawatan khusus dan akan mendorong dan menjamin pemberian, menurut sumber-sumber daya yang tersedia, kepada anak yang berhak serta mereka yang bertanggung jawab atas perawatannya, pertolongan yang diminta dan yang layak bagi keadaan anak dan bagi lingkungan orang bau tanah dan orang lain yang merawat anak.
  3. Dengan mengakui kebutuhan-kebutuhan khusus anak cacat, bantuan, kalau mungkin sesuai dengan paragraph 2 pasal ini akan diberikan secara cuma-cuma, dengan memperhatikan sumber keuangan orang bau tanah atau pihak lain yang mengasuh anak bersangkutan, dan akan dirancang untuk menjamin bahwa anak cacat bisa secara efektif memperoleh pendidikan, pelatihan, pelayanan-pelayanan perawatan kesehatan,  pelayanan-pelayanan rehabilitasi, persiapan untuk bekerja dan peluang-peluang untuk rekreasi sedemikian rupa sehingga bisa menjurus kepada keberhasilan anak untuk mencapai integrasi sosial dan pengembangan langsung sepenuh mungkin, termasuk pengembangan kebudayaan dan spiritualnya.
  4.  Negara-negara akseptor akan meningkatkan, dalam semangat kolaborasi internasional, pertukaran informasi yang sempurna dalam bidang pelayanan kesehatan pencegahan dan perihal perawatan medis, psikologis  dan fungsional anak cacat, termasuk penyebarluasan dan pelayanan kejujuran, dengan tujuan memungkinkan negara-negara akseptor meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dan memperluas pengalaman mereka dalam bidang-bidang ini. Dalam hal ini, perhatian khusus harus diberikan kepada kebutuhan-kebutuhan negara-negara berkembang.
Sumber : Dari aneka macam sumber !!

10 Prinsip Pada Pembelajaran Paud Pendidikan Anak Usia Dini

 Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang sempurna melalui bermain 10 PRINSIP PADA PEMBELAJARAN PAUD PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Prinsip yang  digunakan  dalam  proses  pembelajaran anak  usia  dini ialah sebagai berikut :

1. Belajar melalui bermain
Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang sempurna melalui bermain, sanggup memperlihatkan pembelajaran yang bermakna pada anak.

2. Berorientasi pada perkembangan anak
Pendidik harus bisa membuatkan semua aspek perkembangan sesuai dengan tahapan
usia anak.

3. Berorientasi pada kebutuhan anak
Pendidik harus bisa memberi rangsangan  pendidikan atau stimulasi sesuai  dengan kebutuhan anak, termasuk bawah umur yang memiliki kebutuhan khusus.

4. Berpusat pada anak
Pendidik  harus  menciptakan  suasana  yang  bisa  mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

5. Pembelajaran aktif
Pendidik harus bisa membuat suasana yang mendorong anak aktif mencari, menemukan, memilih pilihan, mengemukakan  pendapat,  dan  melakukan  serta  mengalami sendiri.

6. Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai aksara
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk membuatkan nilai-nilai yang membentuk aksara yang konkret pada anak. Pengembangan nilai-nilai aksara tidak dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk membuatkan kompetensi  pengetahuan dan keterampilan serta melalui adaptasi dan keteladanan.

7. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk membuatkan kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan  secara terpadu baik melalui pembelajaran untuk membuatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun melalui adaptasi dan keteladanan.

8. Didukung oleh lingkungan yang kondusif
Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa biar menarik, menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan  ruang diatur biar anak  sanggup berinteraksi  dengan pendidik, pengasuh, dan anak lain.

9. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis
Pembelajaran yang demokratis sangat diharapkan untuk membuatkan rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.

10. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber Penggunaan
media  belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan PAUD bertujuan biar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Termasuk narasumber ialah orang-orang  dengan  profesi  tertentu  yang dilibatkan sesuai dengan tema, contohnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam kebakaran.

Sumber : Permendikbud RI Nomor 146 Tahun 2014.